Senin, 13 Agustus 2012

ღ `Puisi dan Perempuan´ ღ


ini tentang puisi-puisi • • •

hari ini tanpa terencana
aku bertemu dengan mereka para perempuan

kulihat mata mereka sembab

sebelumnya kudapati mereka
menceritakan dengan riang
puisi-puisi yang kau kirimkan untuknya

sebuah puisi dengan tinta merah jambu
mengundang sejuta desiran lembut
`bak sakura yang menggoda

aku tidak bertanya
mengapa mata indah itu selalu basah [?]

tapi aku pun perempuan

mata itu menceritakan semuanya


kau tauh apa yang terjadi [?]

mereka menceritakan puisi yang sama kepadaku


ah, perempuan
kau (tersenyum sinis)
aku tahu dan akhirnya mereka pun tahu

ah, perempuan
dan mereka semua memberi maaf


ini tentang puisi-puisi • • •

jika suatu hari kau berniat mengirimkannya padaku

hanya satu yang kuminta padamu

simpan saja iaa di hatimu

sampai nanti puisi itu pantas untukku


kau tauh 、、、

aku belajar dari perempuan-perempuan yang kutemui

mereka mendapati ribuan puisi dihalaman rumah mereka

mereka begitu menikmati

bagai bunga di musim semi
puisi-puisi itu mengeluarkan wangi semerbak
tentang indahnya sebuah penantian


kau boleh berbangga [!]

bahkan bidadari pun bersedia turun
untuk mendengarkan puisimu

tapi kami bukan bidadari [!]

mereka hanya tulang rusuk yang bengkok
bagian dari kaum hawa yang terlahir di akhir zaman

`tag punya apa-apa

hanya iman yang masih tertancap kokoh di hati

kami berharap ditemukan



tapi mereka tetap perempuan

sampai tiba pada suatu hari
puisi-puisi itu menjadi beling-beling tajam
yang menghujam dinding-dinding hati

mereka terpenjara

ada yang mencoba melangkahkan
kaki-kaki yang indah itu

kau tauh 、、、

ada bagian yang terluka
terkoyak dan hancur
tepat di jantung hati [!]


wahaii hawa 、、、
coba acuhkan saja puisi-puisi itu

kita tidak pernah bisa melarang apa-apa
dan kita pun tidak pernah tahu kapan iaa datang lagi

sesekali mari kita ganti tinta puisi itu
dengan warna merah darah
untuk sebuah debaran kebangkitan

bukan merah jambu
yang selalu mengundang irama
yang tidak kita inginkan


yang jelas, aku selalu ingat pesan Ibu
sebuah pesan dengan makna sama dari Ayat Langit

kalau dia adalah Lelaki 、、、

bukan hanya puisi yang sampai padamu
tapi dia sendiri yang akan datang
membawa dirinya kerumahmu
mengikrar janji dihadapan Rabb


0 komen awaq:

 

Blog Template by BloggerCandy.com