Rabu, 02 Mei 2012

ღ `Yang Merindu Senja´ ღ


sebuah senja di taman daun telah menjanjikan sebuah kisah
percakapan ilalang dengan angin dan senja yang mengakar
sulur senja telah mencapai tebing menara pelangi
mengintip dari sela tembok satu ke tembok lainnya

percakapan ilalang berbilara pada angin
atas rindunya pada senja fajar yang mengakar
iaa berbicara atas nama rindu yang selalu berbisik lembut
tatkala anak-anak daun mulai terlelap
dininabobokan senandung layar dan angin dari dekat

percakapan ilalang membawa rindu senja
bergoyang ke sana kemari manakala angin berhembus mesra
bahkan ketika hujan mulai gerimis mengguyur pinggiran kota
sedang senja enggan turun

percakapan ilalang mengucap kalimat senja
dari bibirnya di ujung daun yang mengering
di tepi tanah yang basah di sana lah iaa akan berguguran
bahkan ketika senja enggan turun akibat bermalam dengan awan
ilalang masih sajja dengan lantunan sajak kepada senja

percakapan ilalang selalu cemburu dengan waktu
yang dengan seketika menghapus senja dengan kelam
yang erat memeluk langit, atau terik yang terlanjur berganti malam
menyuram ladang hati yang muram

percakapan ilalang berbicara pada sang burung
yang serta merta menari pulang tatkala bersua senja
sementara ilalang hanya terdiam di tempatnya
mengikuti simponi dan berdansa sekenanya saja
yang `tag bebas melanglang buana layaknya tingkah burung
mengalungi senja dengan leluasa

percakapan ilalang yang selalu berbicara tentang senja
dimana `kan kuu jumpai iaa melangit d ruang kuu
kemana kuu dapati iaa menghias sisa menguning kuu
adakah kuu tangkap seberkas cahayanya
mski hanya sisa yang `kan ku temui
di ujung langit mana `kan ku lihat senja tersenyum manja

0 komen awaq:

 

Blog Template by BloggerCandy.com